Hidup tak selamanya menawarkan kesempurnaan. Bahkan konon katanya tak ada yang sempurna di dunia ini.
Hidup pun tidak selamanya menawarkan kejadian manis dan menyenangkan. Seringkali banyak hal-hal yang mendatangkan rasa kecewa, marah, sedih, dan perasaan negatif lainnya.
Ada banyak teori dan filosofi yang
mengajarkan bagaimana kita seharusnya merespon dan mengelola perasaan
negatif yang muncul. Filosofi kintsugi salah satunya. Filosofi ini telah
menginspirasi banyak orang dari seluruh dunia untuk memiliki mindset
yang lebih baik dalam menjalankan kesehariannya. Tak hanya untuk
kehidupan sehari-hari, bahkan filosofi ini juga telah menginspirasi
dalam pembangunan dan desain arsitektur.
Kintsugi adalah
sebuah seni dari negara Jepang untuk memperbaiki tembikar yang pecah.
Alih-alih membuang pecahan tersebut karena telah rusak,
pecahan-pecahannya disatukan kembali menggunakan perekat (seperti getah
tanaman dan sebagainya) lalu retakannya dihiasi dengan emas, sehingga
tembikar tersebut menjadi utuh kembali bahkan dengan hiasan emas yang
indah dan menarik.
Kintsugi mengajarkan kita bahwa daripada melihat permasalahan dan tantangan dalam hidup sebagai alasan untuk menyerah, kita bisa merubah cara pandang kita untuk melihat ketidaksempurnaan sebagai hal berharga yang bahkan bisa melahirkan versi terbaik dari diri kita.
"Karena didalam ketidaksempurnaan, kita akan menemukan keindahan sejati.
Karena tanpa rasa pahit, rasa manis tak akan semanis itu.
Ketidaksempurnaan bisa menjadi sebuah keindahan yang unik dan hanya dimiliki oleh kita sendiri."
:)
.
.
-RKA-






0 comments:
Post a Comment