3 Disrupsi yang Sedang Terjadi dalam Dunia Bisnis


Nama   : Raisya Kamila Azhar

NIM     : 1901104010112

MK      : Kewirausahaan Islam 

Prodi    : Ekonomi Islam FEB USK

Dosen  : Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M.


    Saat ini, kita sedang mengalami 3 disrupsi dalam bisnis, yaitu disrupsi digital, disrupsi millenial, dan disrupsi pandemi. Era disrupsi adalah era terjadinya perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru. Untuk itu, sebagai wirausahawan kita harus mempu berinovasi dan beradaptasi dengan berbagai disrupsi yang sedang terjadi agar mampu bertahan dan mampu bersaing ditengah perkembangan zaman.

1. Disrupsi Digital

    Di era digitalisasi saat ini, kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi serba online. Untuk itu, penting bagi para wirausahawan untuk turut melakukan digitalisasi pada bisnisnya agar bisnis tersebut tetap bertahan dan mudah diterima oleh masyarakat. 

     Pemanfaatan digitalisasi ini dapat diaplikasikan dalam berbagai tahapan bisnis. Misalnya dalam bidang distribusi, sebuah bisnis dapat memanfaatkan marketplace seperti shopee, lazada, buka lapak, ataupun melalui  website bisnis, dan juga aplikasi seperti gofood, grab, dll untuk mempermudah proses distribusi produk mereka. Selain itu digitalisasi juga memiliki peran penting dalam kegiatan promosi. Misalnya promosi melalui social media seperti Instagram, Facebook, YouTube, Tiktok, dll. 

    Di era disrupsi ini, juga penting bagi pebisnis yang ingin mentransformasi bisnisnya ke bisnis digital untuk mengembangkan digital business infrastructure agar produk mereka dapat lebih mudah diterima oleh konsumen.

2. Disrupsi Millenial

    Dalam usaha mengembangkan bisnis, wirausahawan juga dituntut untuk memperhatikan perilaku konsumen, termasuk para millenial. Wirausahawan harus peka terhadap fenomena yang terjadi dikalangan millenial dan menjadikannya peluang bisnis. 

    Kita bisa melihat sebuah fenomena dimana saat ini millenial cenderung menyukai produk-produk yang viral. Millenial juga cenderung lebih mementingkan packaging produk dibandingkan kualitas atau rasa dari sebuah produk (yang berbentuk makanan). Salah satu faktor penyebabnya adalah karena dewasa ini millenial memiliki kebiasaan untuk meng-ekspose aktivitas keseharian mereka pada media sosial. Sehingga ketika ingin mengembangkan bisnis, cara penyajian produk ini patut menjadi salah satu fokus utama yang harus diperhatikan oleh para wirusahawan. 

Es Kepal Milo, jajanan sederhana yang viral dan banyak diminati anak muda

    Dengan melihat fenomena diatas, sebagai wirausahawan kita bisa menyesuaikan produk yang kita ciptakan dengan kondisi pasar yang ada. Misalnya dengan menciptakan packaging produk yang kekinian, ataupun dengan mempromosikan produk kepada influencer agar bisa menarik perhatian publik. 

Produk perawatan rambut Lae Sa Luay yang viral
sesudah digunakan oleh influencer Tasya Farasya

    Selain itu juga penting bagi kita untuk memperhatikan berbagai kebutuhan dari para millenial. Misalnya, saat ini millenial cenderung membutuhkan tempat-tempat untuk berkumpul untuk melakukan rapat, mengerjakan tugas, ataupun hanya sekedar untuk bertemu dan bersilaturrahmi dengan teman-temannya. Sehingga sangat cocok untuk para wirausahawan untuk membuka coffee shop yang menyediakan fasilitas wi-fi, stop kontak, dan hal sejenis lainnya yang dapat menunjang kebutuhan dan kenyamanan millenial, sehingga bisnis tetap exist dan diminati oleh masyarakat.


Cafe Shop kini banyak digunakan oleh millenial
untuk membuat rapat dan mengerjakan tugas

3. Disrupsi Pandemi 

    Pandemi menimbulkan adanya tantangan baru dalam menjalankan bisnis dan usaha.  Pebisnis dituntut untuk melakukan berbagai terobosan dan inovasi produk agar tetap mampu bertahan meskipun ditengah krisis pandemi. Inovasi yang dilakukan tentu harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dimasa pandemi ini. Misalnya dalam usaha produksi makanan, produsen bisa menyajikan frozen food agar makanan yang mereka jual tetap bisa dinikmati oleh konsumen dari rumah. Selain itu produsen juga dapat menjual makanan atau makanan dengan kapasitas yang lebih besar, seperti ayam goreng dengan family size, ataupun minuman kopi dengan ukuran 1 liter, yang cocok dinikmati dirumah bersama keluarga.

Paket Ayam Family Size 

Kopi ukuran 1 liter
   

Source : 

Channel Youtube Iskandarsyah Madjid - Kewirausahaan Islam Day 1

Dapat diakses melalui : https://youtu.be/KfVZPBDZwes


0 comments:

Post a Comment