Tahapan-Tahapan yang Harus Dilakukan Saat Memulai Bisnis yang Syariah

Nama   : Raisya Kamila Azhar 
NIM     : 1901104010112
MK      : Kewirausahaan Islam 
Prodi    : Ekonomi Islam
Dosen  : Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M.

Review materi pembelajaran pertemuan ke-tiga.
Sumber : Channel Youtube Iskandarsyah Madjid - Kewirausahaan Islam Day 3 
Dapat di akses melalui link : https://www.youtube.com/watch?v=aOhbatsCM_A


Tahapan-Tahapan yang Harus Dilakukan Saat Memulai Bisnis yang Syariah: (Menit ke 32:53)

1. Meluruskan niat (Menit ke 32:58) 

    Sebelum memulai bisnis, kita seharusnya meluruskan niat terlebih dahulu, sesuai dengan tugas kita sebagai manusia. Yakni untuk beribadah kepada Allah dan untuk menjadi khalifah dimuka bumi. Dua hal ini yang menjadi pondasi awal kita dalam menjalankan bisnis. Dengan niat ibadah maka kita akan fokus untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain.  Laba bisnis yang didapat kemudian akan bernilai sebagai bonus. Jika kita hanya bertujuan untuk mencari uang semata, maka kita bisa lupa bahwa tujuan yang seharusnya adalah untuk ibadah. Sehingga kita akan kurang memperhatikan aspek-aspek kehalalan bisnis, seperti kehalalan bahan produk, dan sebagainya.

    Sedangkan dalam meluruskan niat kita sebagai khalifah, kita harus memperhatikan keseimbangan. seperti keseimbangan alam, dan keseimbangan masyarakat sosial agar usaha yang kita jalankan tidak mengganggu orang lain.

2. Searching (Menit ke 35:50) 

    Tahapan selanjutnya adalah mencari tau tentang bisnis yang ingin dijalankan. Misalnya dengan cara survey pasar. Survey bisa dilakukan secara online ataupun dengan cara langsung mendatang tempat-tempat bisnis serupa yang  ada diberbagai daerah atau bahkan negara lain. 

    Survey bertujuan agar kita mengetahui apa kira-kira yang menjadi tantangan, kendala, dan peluang dari bisnis yang ingin dijalankan. Kita bisa melakukan survey terhadap bisnis serupa yang sudah terlebih dahulu berjalan untuk menemukan kelemahan-kelemahan yang bisa kita jadikan peluang untuk membangun bisnis yang lebih baik. Misalnya dalam bisnis warung kopi, kita bisa melihat masih banyak warung kopi yang belum terpisah antara tempat untuk perokok dengan yang bukan perokok, selain itu ada warung kopi yang belum menyediakan wi-fi, dan lain sebagainya. Hal ini bisa kita jadikan pelajaran untuk membuat bisnis yang lebih baik sehingga bisa menjadi kelebihan bisnis kita. 

3. Uji (Menit ke 44:00) 

    Uji produk usaha bertujuan untuk melihat bagaimana respon dan minat masyarakat terhadap produk kita. Uji produk bisa dilakukan misalnya dengan cara memberikan tester atau produk gratis kepada pelanggan, kemudian meminta review produk tersebut dari mereka. Sehingga kita bisa menemukan kekurangan-kekurangan produk agar kemudian bisa diperbaiki. 


Dua target dari seorang entrepreneur: (Menit ke 49:17)

1. Menjadi penguasaha

2. Menjadi intrapreneurs. Yaitu orang yang memiliki jiwa pengusaha, seperti berani menghadapi resiko, pekerja keras, kreatif dan juga inovatif.


Beberapa cara untuk mulai belajar menjadi seorang pengusaha : 

1. Magang (Menit ke 50:50). 

    Selain dengann cara searching, kita juga bisa belajar banyak tentang berwirausaha dari nol melalui program magang. Dengan mengambil magang kita bisa belajar praktek langsung dari orangorang yang sudah berpengalaman dalam dunia bisnis.

2. Waralaba atau Franchise (Menit ke 50:57 dan 1:00:20)

    Dengan sistem waralaba, wirausahawan sebagai pemilik modal tidak perlu membangun merek dan konsep bisnis dari awal, semua bahan baku juga sudah dipersiapkan. Biasanya ketika kita mengambil bisnis ini, produk waralaba tersebut memang sudah dipromosikan sebelumnya dan sudah dikenal luas oleh masyarakat. Jadi tahapan awal bisnis seperti searching dan pengujian bisa kita lewatkan. Kita memulai bisnis langsung ke tahap berjualan. 

3. Partnership (Menit ke 56:34) 

    Partnership sangat cocok digunakan oleh para wirausahawan yang memiliki modal namun belum memiliki kemampuan berbisnis. Dengan berpartner dengan orang lain, kita bisa saling berbagi keahlian dan skill masing-masing agar dapat melengkapi kekurangan satu sama lain sehingga usaha akan berkembang dengan lebih besar dan inovatif.  Selain itu, tentu saja ketika kita berkolaborasi dengan orang lain dalam berbisnis, akan ada lebih banyak pihak yang berharap dan berdoa agar bisnis ini akan berjalan dengan baik dan bisa mencapai kesuksesan.

4. Business Plan (Menit ke 1:08:27) 

    Selain itu kita juga dapat belajar berbisnis dengan cara membuat perencaraan bisnis atau business plan dan juga Studi Kelayakan Bisnis (SKB) untuk memperkirakan apakah bisnis ini layak untuk dilanjutkan, apakah ada pasar bisnisnta, apakah akan ada laba yang dihasilkan, dan sebagainya. Business plan ini tidak hanya bermanfaat untuk meng-guide kita dalam menjalankan bisnis supaya lebih terarah, tetapi juga bisa membuka peluang untuk mendapatkan investasi dan pinjaman dari pihak lain baik indovidu ataupun lembaga keuangan seperti perbankan.


Pembahasan di pertemuan selanjutnya (Menit ke1:13:00) : Bagaimana cara memasarkan personal business project.

0 comments:

Post a Comment