This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Imperfection Makes Perfect

 

Hidup tak selamanya menawarkan kesempurnaan. Bahkan konon katanya tak ada yang sempurna di dunia ini.

Hidup pun tidak selamanya menawarkan kejadian manis dan menyenangkan. Seringkali banyak hal-hal yang mendatangkan rasa kecewa, marah, sedih, dan perasaan negatif lainnya. 

Ada banyak teori dan filosofi yang mengajarkan bagaimana kita seharusnya merespon dan mengelola perasaan negatif yang muncul. Filosofi kintsugi salah satunya. Filosofi ini telah menginspirasi banyak orang dari seluruh dunia untuk memiliki mindset yang lebih baik dalam menjalankan kesehariannya. Tak hanya untuk kehidupan sehari-hari, bahkan filosofi ini juga telah menginspirasi dalam pembangunan dan desain arsitektur.

Kintsugi adalah sebuah seni dari negara Jepang untuk memperbaiki tembikar yang pecah. Alih-alih membuang pecahan tersebut karena telah rusak, pecahan-pecahannya disatukan kembali menggunakan perekat (seperti getah tanaman dan sebagainya) lalu retakannya dihiasi dengan emas, sehingga tembikar tersebut menjadi utuh kembali bahkan dengan hiasan emas yang indah dan menarik.

Kintsugi mengajarkan kita bahwa daripada melihat permasalahan dan tantangan dalam hidup sebagai alasan untuk menyerah, kita bisa merubah cara pandang kita untuk melihat ketidaksempurnaan sebagai hal berharga yang bahkan bisa melahirkan versi terbaik dari diri kita.

"Karena didalam ketidaksempurnaan, kita akan menemukan keindahan sejati.

Karena tanpa rasa pahit, rasa manis tak akan semanis itu.

Ketidaksempurnaan bisa menjadi sebuah keindahan yang unik dan hanya dimiliki oleh kita sendiri."

:)

.

.

-RKA-

Tahapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Memulai Produksi Bisnis

Nama   : Raisya Kamila Azhar 
NIM     : 1901104010112
MK      : Kewirausahaan Islam 
Prodi    : Ekonomi Islam
Dosen  : Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M.

Review materi pembelajaran pertemuan ke-empat (Rabu, 15 September 2021)

 Apa yang harus kita lakukan sesudah mendapatkan ide bisnis? (19:10)

        Sesudah mendapatkan ide bisnis, tahapan berikutnya yang harus dilakukan adalah mempersiapkan dokumen bisnis (Menit ke 19:40). Dokumen bisnis dapat berupa dokumen Studi Kelayakan Bisnis (SKB) yang berguna untuk menguji apakah bisnis yang ingin kita jalankan sudah layak atau belum. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan dalam membuat SKB. Misalnya dengan cara membagikan tester kepada calon konsumen kemudian meminta review produk tersebut dari mereka. Dari hasil review ini kita bisa menganalisa kelemahan dan kelebihan produk yang ingin dijual. Selain itu kita juga bisa memperkirakan ada atau tidaknya permintaan pasar terhadap produk tersebut. Hal ini akan bermanfaat untuk mengurangi risiko produk tidak laku terjual ketika bisnis sudah dijalankan.

        Langkah selanjutnya adalah menyusun Business Plan (Menit ke 21:05). Business Plan juga termasuk dalam SKB. Business Plan tidak hanya bermanfaat untuk mempermudah dalam menjalankan bisnis agar sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, atau dengan kata lain menjaga agar bisnis tetap on the track, tetapi juga bermanfaat untuk mempermudah pebisnis saat mengajukan permohonan modal kepada investor ataupun kepada perbankan agar mereka bisa mempertimbangkan apakah mereka layak berinvestasi pada bisnis ini atau tidak. 

Pembahasan pada pertemuan selanjutnya (Menit ke 29:47) : Menyusun market strategy.

Sumber :

Youtube Channel Iskandarsyah Madijid - Kewirausahaan Day 4

Dapat diakses melalui : https://youtu.be/kZcTH5LhkRo

Tips dan Panduan Menyusun Rencana Bisnis / Business Plan

Nama   : Raisya Kamila Azhar 
NIM     : 1901104010112
MK      : Kewirausahaan Islam 
Prodi    : Ekonomi Islam
Dosen  : Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M.

    Business plan atau rencana bisnis merupakan penjabaran dari poin-poin rencana bisnis yang ingin dilakukan kedepannya secara mendetail. Business plan dapat berguna untuk meyakinkan investor atau calon pelanggan. (Menit ke 05:53) 

Tahapan dalam menyusun business plan : (3:20)

1. Membuat gambaran umum tentang bisnis yang ingin dijalankan, meliputi informasi terkait :

- Nama bisnis. Contoh :Rumah Makan Padang

- Produk / jasa yang ingin dijual. Contoh : Masakan padang kelas premium

- Target pasar. Contoh : Masyarakat kelas menengah keatas yang tinggal di perkotaan dengan rentan usia 30-40 tahun.

- Tujuan bisnis. Contoh : Menjadi rumah makan padang no.1 di daerah Aceh

- Karyawan atau anggota tim. Contoh : Pendiri, CEO, designer, chef, dll

- Tempat lokasi 

- Jenis industri yang ingin disasar

- Cara kerja produk atau jasa

- Biografi singkat mengenai beberapa orang penting yang ada dalam bisnis, misalnya biografi pendiri

- Posisi yang masih kosong dan ingin dipenuhi dikemudian hari.

- Jika bisnis yang dirintis masih baru, kamu bisa menambahkan daftar keahlian yang kamu miliki beserta riwayar kerja dan pendidikan. Kemudian jelaskan bagaimana pekerjaan dan pendidikan tersebut dapat berguna bagi bisnis kamu untuk berkembang.


2. Analisis industri, kompetitor, dan bisnis (Menit ke 5:34). 

-Industri 

    Jelaskan segmentasi pasar, target pasar dan positioning. Kemudian tuliskan pula seberapa besar pasar yang ingin kamu sasar, dan jelaskan kenapa produk atau layanan kamu layak dibeli, misalnya dengan menjabarkan keunikan produk atau jasa milik kamu dibandingkan dengan kompetitor lain, dan jelaskan apa solusi yang bisa kamu tawarkan yang tidak/belum bisa ditawarkan oleh kompetitor lain.

-Kompetitor

    Terkait kompetitor, jabarkan siapa saja pemain besar yang akan menjadi kompetitor, seberapa besar pembagian pasar atau market share dari masing-masing kompetitor tersebut. Jabarkan pula kamu ingin masuk ke industri atau pasar yang mana. Misalnya rumah makan padang kelas premium, artinya kompetitor kamu adalah rumah padang yang juga menawarkan kelas premium.

-Bisnis

    Dapat berupa penjelasan tentang trend bisnis yang sedang meningkat, peluang bisnis, atau trend lain yang dapat mendukung bisnis tersebut berkembang misalnya trend terkait perubahan pola konsumen, perubahan teknologi, dsb.


3. Struktur organiasi usaha (Menit ke 8:18), mencakup :

-Bagan organisasi yang menjunjukkan hirarki kepengerusan bisnis.

-Peran dan tugas masing-masing personel dalam bisnis. 

-Peran-peran yang dibutuhkan oleh peruasahaan disaat ini atau dikemudian hari.


4. Proyeksi dan keuangan bisnis (Menit ke 9:09).  Proyeksi dan laporan keuangan dapat dijabarkan dalam bentuk grafik agar mudah dipahami. Berikut beberapa informasi yang perlu dicantumkan :

-Dana yang dibutuhkan

-Rincian pengeluaran atau penggunaan dana

-Berapa lama dana tersebut akan digunakan

-Dana yang akan dibutuhkan dikemudian hari

-Kondisi keuangan aktual yang dimiliki saat ini

-Proyeksi penjualan bulanan atau tahunan

-Proyeksi laporan keuangan, neraca saldo, anggaran pengeluaran, dan modal

-Target penjualan 


5. Dokumen legalitas bisnis / usaha

-Dokumen bisnis dapat berbentuk CV atau PT 

-Investor / pemodal  beserta informasi terkait besarnya persentase kepemilikan perusahaan dari para pemodal tersebut.


Sumber : Channel Youtube Asaljeplak - Tips dan Panduan Menyusun Rencana Bisnis / Business Plan
Dapat di akses melalui link : https://youtu.be/BIOCEGqpJtU


Tahapan-Tahapan yang Harus Dilakukan Saat Memulai Bisnis yang Syariah

Nama   : Raisya Kamila Azhar 
NIM     : 1901104010112
MK      : Kewirausahaan Islam 
Prodi    : Ekonomi Islam
Dosen  : Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M.

Review materi pembelajaran pertemuan ke-tiga.
Sumber : Channel Youtube Iskandarsyah Madjid - Kewirausahaan Islam Day 3 
Dapat di akses melalui link : https://www.youtube.com/watch?v=aOhbatsCM_A


Tahapan-Tahapan yang Harus Dilakukan Saat Memulai Bisnis yang Syariah: (Menit ke 32:53)

1. Meluruskan niat (Menit ke 32:58) 

    Sebelum memulai bisnis, kita seharusnya meluruskan niat terlebih dahulu, sesuai dengan tugas kita sebagai manusia. Yakni untuk beribadah kepada Allah dan untuk menjadi khalifah dimuka bumi. Dua hal ini yang menjadi pondasi awal kita dalam menjalankan bisnis. Dengan niat ibadah maka kita akan fokus untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain.  Laba bisnis yang didapat kemudian akan bernilai sebagai bonus. Jika kita hanya bertujuan untuk mencari uang semata, maka kita bisa lupa bahwa tujuan yang seharusnya adalah untuk ibadah. Sehingga kita akan kurang memperhatikan aspek-aspek kehalalan bisnis, seperti kehalalan bahan produk, dan sebagainya.

    Sedangkan dalam meluruskan niat kita sebagai khalifah, kita harus memperhatikan keseimbangan. seperti keseimbangan alam, dan keseimbangan masyarakat sosial agar usaha yang kita jalankan tidak mengganggu orang lain.

2. Searching (Menit ke 35:50) 

    Tahapan selanjutnya adalah mencari tau tentang bisnis yang ingin dijalankan. Misalnya dengan cara survey pasar. Survey bisa dilakukan secara online ataupun dengan cara langsung mendatang tempat-tempat bisnis serupa yang  ada diberbagai daerah atau bahkan negara lain. 

    Survey bertujuan agar kita mengetahui apa kira-kira yang menjadi tantangan, kendala, dan peluang dari bisnis yang ingin dijalankan. Kita bisa melakukan survey terhadap bisnis serupa yang sudah terlebih dahulu berjalan untuk menemukan kelemahan-kelemahan yang bisa kita jadikan peluang untuk membangun bisnis yang lebih baik. Misalnya dalam bisnis warung kopi, kita bisa melihat masih banyak warung kopi yang belum terpisah antara tempat untuk perokok dengan yang bukan perokok, selain itu ada warung kopi yang belum menyediakan wi-fi, dan lain sebagainya. Hal ini bisa kita jadikan pelajaran untuk membuat bisnis yang lebih baik sehingga bisa menjadi kelebihan bisnis kita. 

3. Uji (Menit ke 44:00) 

    Uji produk usaha bertujuan untuk melihat bagaimana respon dan minat masyarakat terhadap produk kita. Uji produk bisa dilakukan misalnya dengan cara memberikan tester atau produk gratis kepada pelanggan, kemudian meminta review produk tersebut dari mereka. Sehingga kita bisa menemukan kekurangan-kekurangan produk agar kemudian bisa diperbaiki. 


Dua target dari seorang entrepreneur: (Menit ke 49:17)

1. Menjadi penguasaha

2. Menjadi intrapreneurs. Yaitu orang yang memiliki jiwa pengusaha, seperti berani menghadapi resiko, pekerja keras, kreatif dan juga inovatif.


Beberapa cara untuk mulai belajar menjadi seorang pengusaha : 

1. Magang (Menit ke 50:50). 

    Selain dengann cara searching, kita juga bisa belajar banyak tentang berwirausaha dari nol melalui program magang. Dengan mengambil magang kita bisa belajar praktek langsung dari orangorang yang sudah berpengalaman dalam dunia bisnis.

2. Waralaba atau Franchise (Menit ke 50:57 dan 1:00:20)

    Dengan sistem waralaba, wirausahawan sebagai pemilik modal tidak perlu membangun merek dan konsep bisnis dari awal, semua bahan baku juga sudah dipersiapkan. Biasanya ketika kita mengambil bisnis ini, produk waralaba tersebut memang sudah dipromosikan sebelumnya dan sudah dikenal luas oleh masyarakat. Jadi tahapan awal bisnis seperti searching dan pengujian bisa kita lewatkan. Kita memulai bisnis langsung ke tahap berjualan. 

3. Partnership (Menit ke 56:34) 

    Partnership sangat cocok digunakan oleh para wirausahawan yang memiliki modal namun belum memiliki kemampuan berbisnis. Dengan berpartner dengan orang lain, kita bisa saling berbagi keahlian dan skill masing-masing agar dapat melengkapi kekurangan satu sama lain sehingga usaha akan berkembang dengan lebih besar dan inovatif.  Selain itu, tentu saja ketika kita berkolaborasi dengan orang lain dalam berbisnis, akan ada lebih banyak pihak yang berharap dan berdoa agar bisnis ini akan berjalan dengan baik dan bisa mencapai kesuksesan.

4. Business Plan (Menit ke 1:08:27) 

    Selain itu kita juga dapat belajar berbisnis dengan cara membuat perencaraan bisnis atau business plan dan juga Studi Kelayakan Bisnis (SKB) untuk memperkirakan apakah bisnis ini layak untuk dilanjutkan, apakah ada pasar bisnisnta, apakah akan ada laba yang dihasilkan, dan sebagainya. Business plan ini tidak hanya bermanfaat untuk meng-guide kita dalam menjalankan bisnis supaya lebih terarah, tetapi juga bisa membuka peluang untuk mendapatkan investasi dan pinjaman dari pihak lain baik indovidu ataupun lembaga keuangan seperti perbankan.


Pembahasan di pertemuan selanjutnya (Menit ke1:13:00) : Bagaimana cara memasarkan personal business project.

Dua Konsep Dasar dalam Kewirausahaan Islam

Nama   : Raisya Kamila Azhar 
NIM     : 1901104010112
MK      : Kewirausahaan Islam 
Prodi    : Ekonomi Islam
Dosen  : Dr. Iskandarsyah Madjid 

Review materi pembelajaran pertemuan ke-dua.
Sumber : Channel Youtube Iskandarsyah Madjid - Kewirausahaan Islam Day 2 
Dapat di akses melalui link : https://www.youtube.com/watch?v=N54juZFjz14

(20:42) Dalam hidup ini kita sering melihat segala sesuatu berdasarkan persepsi yang tentunya bersifat subjektif. Munculnya persepsi ini bisa berasal dari banyak hal seperti culture, kebiasaan, atau pendapat orang lain. 
(22:45) Namun, dalam urusan keagamaan dan hubungan kita sebagai manusia kepada Allah, tidak mengandalkan persepsi. Kita perlu menggunakan keimanan dan keyakinan yang Haqqul yaqin kepada Allah. Haqqul yaqin adalah tingkat keyakinan yang sebenar-benarnya meskipun belum ada bukti yang bisa dilihat. Contohnya keyakinan para sahabat RA kepada Rasulullah terkait peristiwa Isra; Mi'raj yang secara ilmu tidak masuk akal, namun para sahabat tetap mempercapainya dengan sempurna.
23:53 Selain Haqqul yaqin kita juga harus menerapkan sikap "sami’na wa ata’na" yang berarti "Kami dengar, dan kami ta'at" seperti yang tercantum dalam Q.S Al-Baqarah ayat 285. Maknanya adalah, kita harus mengerjakan segala sesuatu berdasarkan apa yang Allah perintahkan, bukan berdasarkan persepsi dan keinginan kita. 

(27:24) Ada dua tugas manusia yang menjadi konsep dasar dalam kewirausahaan islam, yaitu :
1. Beribadah kepada Allah 
Dalam Q.S Az-Zariyat, Allah berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Yang artinya :
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melaikan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Dari ayat diatas kita bisa menyimpulkan bahwa tugas kita hidup di dunia ini adalah untuk mencari keridhaan Allah, mengerjakan segala sesuatu yang Allah perintahkan, dan meninggalkan apa yang Allah larang. Salah satu jalan untuk meraih ridha Allah tersebut adalah dengan berbakti kepada kedua orang tua. Sebab, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang mengatakan bahwa sesungguhnya ridha Allah itu tergantung kepada ridha orang tua dan murka Allah tergantung kepada murka orang tua.

(31:47) Apapun kegiatan yang kita kerjakan, nilainya dimata Allah akan tergantung kepada niat kita. Contoh sederhananya, ketika kita belajar karena mengharapkan nilai yang tinggi, maka nilai ibadahnya hanya sebatas itu saja. Namun ketika kita beljar dengan niat agar menjadi anak yang bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua, maka kegiatan belajar yang kita lakukan itu akan bernilai ibadah yang lebih baik di sisi Allah. 

Konsep ini harus menjadi pegangan kita dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berbisnis. Kita harus senantiasa meminta ridha org tua serta ridha Allah. Sebab, kita tidak akan mempu mengerjakan segala sesuatu apapun tanpa pertolongan Allah. 

Oleh karena itu, kita sebagai wirausahawan harus memiliki niat yang lurus sebelum memulai bisnis dan usaha. Dengan meluruskan niat demi mendapatkan ridha Allah, kita tidak akan menjalankan bisnis yang Allah larang, misalnya bisnis minuman keras, ataupun bisnis lainnya yang tidak dijalankan berdasarkan aturan syariat.

2. Menjadi khalifah di muka bumi.

Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 30, Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ 
Yang artinya :
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Ayat diatas menjelaskan mengapa Allah menciptakan manusia di muka bumi ini. Dan sesungguhnya Allah telah menjadikan kita manusia sebagai khalifah yang salah satu tugasnya adalah untuk mengelola alam dan bumi yang telah amanahkan ini.

(35:55) Allah sudah mengatur kehidupan dan alam secara seimbang. Namun ada manusia-manusia yang rakus yang malah merusak dan mengganggu tatanan alam. 

Sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Jadi, dalam sebagai wirausahawan niat kita dalam menjalankan bisnis bukan hanya utk mencari keuntungan semata, tetapi juga agar bisa menebarkan manfaat untuk orang lain. Dengan adanya pemahaman ini, akan mendorong kita sebagai wirausahawan untuk selalu menjalankan bisnis sesuai dengan ketetapan syariat yang telah Allah atur, misalnya dengan selalu menyajikan produk-produk yang baik dan halal saja.
 
(41:43) Dalam kewirausahaan islam tidak ada istilah persaingan dalam bisnis. Karena pada hakikatknya setiap manusia sudah Allah tentukan rezekinya, dan rezeki tersebut tidak akan tertukar dari satu orang ke orang lainnya. Sehingga kita sebagai pebisnis tidak perlu berfokus pada persaingan. Cukup fokus memperbaiki bisnis milik sendiri saja agar bisnis yang kita jalankan akan tetap berkembang dengan baik.

(46:21) Dalam Q.S Nuh ayat 11 sampai dengan 12, Allah berfirman :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا



Dari ayat diatas dapat kitalihat bahwa kita dituntun untuk senantiasa beristighfar an memohon ampunan kepada Allah, dan niscaya Allah akan memperbayak rezeki kita.

Namun disamping itu tentu saja kita tetap harus berikhiar untuk menjemput rezeki. Misalnya dengan cara berwirausaha. Sebab, ikhtiar kita ini juga merupakan bagian dari bentuk ibadah kepada Allah selama niatnya tepat yakni untuk mencari ridha Allah.

Jadi, 2 konsep dasar dalam kewirausahaan Islam ini bukanlah sesuatu yang kita lakukan berdasarkan persepsi, namun ranahnya adalah keyakinan kita kepada Allah. Yakin bahwa Allah akan memenuhi janji-janji Nya atas imbalan kita jika kita menjalankan apa yang diperintahkan-Nya. 

(1:05:27) Pembahasan untuk pertemuan selajutnya ; Produk bisnis, cost production, cara produksi, dan strategi bisnis.

3 Disrupsi yang Sedang Terjadi dalam Dunia Bisnis


Nama   : Raisya Kamila Azhar

NIM     : 1901104010112

MK      : Kewirausahaan Islam 

Prodi    : Ekonomi Islam FEB USK

Dosen  : Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M.


    Saat ini, kita sedang mengalami 3 disrupsi dalam bisnis, yaitu disrupsi digital, disrupsi millenial, dan disrupsi pandemi. Era disrupsi adalah era terjadinya perubahan besar-besaran yang disebabkan oleh adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru. Untuk itu, sebagai wirausahawan kita harus mempu berinovasi dan beradaptasi dengan berbagai disrupsi yang sedang terjadi agar mampu bertahan dan mampu bersaing ditengah perkembangan zaman.

1. Disrupsi Digital

    Di era digitalisasi saat ini, kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi serba online. Untuk itu, penting bagi para wirausahawan untuk turut melakukan digitalisasi pada bisnisnya agar bisnis tersebut tetap bertahan dan mudah diterima oleh masyarakat. 

     Pemanfaatan digitalisasi ini dapat diaplikasikan dalam berbagai tahapan bisnis. Misalnya dalam bidang distribusi, sebuah bisnis dapat memanfaatkan marketplace seperti shopee, lazada, buka lapak, ataupun melalui  website bisnis, dan juga aplikasi seperti gofood, grab, dll untuk mempermudah proses distribusi produk mereka. Selain itu digitalisasi juga memiliki peran penting dalam kegiatan promosi. Misalnya promosi melalui social media seperti Instagram, Facebook, YouTube, Tiktok, dll. 

    Di era disrupsi ini, juga penting bagi pebisnis yang ingin mentransformasi bisnisnya ke bisnis digital untuk mengembangkan digital business infrastructure agar produk mereka dapat lebih mudah diterima oleh konsumen.

2. Disrupsi Millenial

    Dalam usaha mengembangkan bisnis, wirausahawan juga dituntut untuk memperhatikan perilaku konsumen, termasuk para millenial. Wirausahawan harus peka terhadap fenomena yang terjadi dikalangan millenial dan menjadikannya peluang bisnis. 

    Kita bisa melihat sebuah fenomena dimana saat ini millenial cenderung menyukai produk-produk yang viral. Millenial juga cenderung lebih mementingkan packaging produk dibandingkan kualitas atau rasa dari sebuah produk (yang berbentuk makanan). Salah satu faktor penyebabnya adalah karena dewasa ini millenial memiliki kebiasaan untuk meng-ekspose aktivitas keseharian mereka pada media sosial. Sehingga ketika ingin mengembangkan bisnis, cara penyajian produk ini patut menjadi salah satu fokus utama yang harus diperhatikan oleh para wirusahawan. 

Es Kepal Milo, jajanan sederhana yang viral dan banyak diminati anak muda

    Dengan melihat fenomena diatas, sebagai wirausahawan kita bisa menyesuaikan produk yang kita ciptakan dengan kondisi pasar yang ada. Misalnya dengan menciptakan packaging produk yang kekinian, ataupun dengan mempromosikan produk kepada influencer agar bisa menarik perhatian publik. 

Produk perawatan rambut Lae Sa Luay yang viral
sesudah digunakan oleh influencer Tasya Farasya

    Selain itu juga penting bagi kita untuk memperhatikan berbagai kebutuhan dari para millenial. Misalnya, saat ini millenial cenderung membutuhkan tempat-tempat untuk berkumpul untuk melakukan rapat, mengerjakan tugas, ataupun hanya sekedar untuk bertemu dan bersilaturrahmi dengan teman-temannya. Sehingga sangat cocok untuk para wirausahawan untuk membuka coffee shop yang menyediakan fasilitas wi-fi, stop kontak, dan hal sejenis lainnya yang dapat menunjang kebutuhan dan kenyamanan millenial, sehingga bisnis tetap exist dan diminati oleh masyarakat.


Cafe Shop kini banyak digunakan oleh millenial
untuk membuat rapat dan mengerjakan tugas

3. Disrupsi Pandemi 

    Pandemi menimbulkan adanya tantangan baru dalam menjalankan bisnis dan usaha.  Pebisnis dituntut untuk melakukan berbagai terobosan dan inovasi produk agar tetap mampu bertahan meskipun ditengah krisis pandemi. Inovasi yang dilakukan tentu harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dimasa pandemi ini. Misalnya dalam usaha produksi makanan, produsen bisa menyajikan frozen food agar makanan yang mereka jual tetap bisa dinikmati oleh konsumen dari rumah. Selain itu produsen juga dapat menjual makanan atau makanan dengan kapasitas yang lebih besar, seperti ayam goreng dengan family size, ataupun minuman kopi dengan ukuran 1 liter, yang cocok dinikmati dirumah bersama keluarga.

Paket Ayam Family Size 

Kopi ukuran 1 liter
   

Source : 

Channel Youtube Iskandarsyah Madjid - Kewirausahaan Islam Day 1

Dapat diakses melalui : https://youtu.be/KfVZPBDZwes